Declip

Gambar Apa Sih Beauty Privilege dan Gimana Cara Menyikapinya Simak Yuk

Apa Sih Beauty Privilege dan Gimana Cara Menyikapinya? Simak, Yuk!

Udah gak asing dong dengan istilah privilege? Alias kemudahan yang didapat seseorang tanpa usaha, melainkan diberikan begitu aja sama dia oleh nasib. Kayanya enggak adil, ya? Yah, kapan sih hidup ini adil, Bestie? Ketimbang berusaha mati-matian biar hidup jadi adil, mending kamu jalanin aja sambil lemesin. Kita bahas lebih lanjut, yuk, soal beauty privilege!

Arti Beauty Privilege

Privilege, atau kalau diterjemahin jadi privilese, artinya hak istimewa yang dimilikin seseorang, tapi enggak dimilikin sama orang lainnya. Lebih spesifik lagi, beauty privilege, merujuk ke kecantikan fisik dan tubuh.

Artinya cewek-cewek yang dari lahir udah cakep dan bening, enggak kaya Minpow yang kudu usaha mati-matian (untung jadinya tetep cantik, apa lo apa lo)

Kenapa soal privilege kemudian jadi masalah sosial yang bahkan sampai ke-blow up di media?

Karena jadinya ada dua sudut pandang; yang punya privilege ngebandingin kesuksesan mereka dengan yang gak punya privilege, sementara yang enggak punya privilege mengutuk kegagalan mereka karena ketiadaan privilege tadi.

Soal beauty privilege? Itu lebih parah lagi. Karena beauty privilege itu kan soal fisik, dan perempuan bisa jadi cuma diobjektifikasi sebatas fisiknya doang.

Emang mau, dinilai berdasarkan fisik? Bukan berdasarkan skill dan kemampuan? Enggak mau, kan? Makannya, kita harus ngelakuin sesuatu untuk nyikapin masalah satu ini. 

Sebenernya, drama kaya begitu tuh gak perlu. Tapi, kalau kemudian beauty privilege itu mengarah ke diskriminasi, menurut Minpow baru kita boleh menyikapinya dengan tegas.

Karena kalau udah ada diskriminasi, itu artinya udah ada pihak yang dirugikan. Apa aja sih contoh diskriminasi dari beauty privilege itu? Minpow kasih contohnya, ya. 

Contoh Diskriminasi Karena Beauty Privilege 

1. Perlakuan Istimewa di Dunia Pendidikan

Di dunia pendidikan aja, yang seharusnya kita dapat pengarahan, pelatihan dan pemahaman soal banyak hal, kita malah kadang terpaksa harus menyikapi diskriminasi akibat Beauty Privilege. Sedih, kan?

Contohnya nih, ada guru-guru yang memperlakukan istimewa beberapa murid hanya karena mereka kelihatan lebih menarik.

Hal itu juga berbahaya, karena bisa memicu terjadinya pelecehan. Makannya, supaya hal tersebut enggak berkelanjutkan, kita harus kompak sama-sama memerangi ketimpangan atau diskriminasi yang terjadi akibat beauty privilege ini. Caranya gimana?

Semula, kita bisa mengingatkan mereka yang berlaku enggak adil pada kita dan temen kita itu bahwa yang diperbuatnya itu bahaya, bisa menggiring kita pada diskriminasi.

Karena kalau enggak diingetin, Minpow khawatir dia enggak paham kalau seandainya kita enggak ngingetin.

2. Lowongan Kerja

Contoh diskriminasi akibat beauty privilege lainnya sering banget kita lihat di iklan lowongan pekerjaan.

Di dalam daftar kualifikasi, selain lulusan, jurusan dan kemampuan lainnya, biasanya diselipkan ‘berpenampilan menarik’.

Paham, kan, bahwa itu artinya orang-orang yang penampilannya menarik punya peluang lebih besar ketimbang mereka yang kurang menarik.

Kenapa hal kaya begitu jadi penting dijadikan syarat atau standar? Bukannya kita kerja pakai otak, kemampuan dan perilaku, ya? 

Kenapa penampilan juga dijadikan syarat? Itu adalah salah satu bentuk beauty privilege yang kemudian mendiskriminasi teman-teman semua.

Memang, kalau penampilan kita enggak menarik, kita enggak butuh kerja? Enggak butuh makan? Uang turun dari atap, gitu?

Subcribe untuk Dapatkan Info Terbaru dari Kami!

Kepoin info terbaru soal produk dan promosi dengan taroh email kalian di sini, yuk!

3. Promosi

Terakhir, diskriminasi akibat beauty privilege itu bisa kita temuin waktu atasan memberlakukan promosi.

Temen kantor kamu yang penampilannya lebih menarik, wajahnya lebih cantik dapat promosi sementara temen kamu yang lebih kompeten malah enggak dapet.

Sucks banget, sih. Tapi memang begitu kenyataan yang bakal kita hadapi di dunia kerja.

Minpow ngomong begini bukan niat mau menakut-nakuti, melainkan nyiapin kamu supaya enggak kaget dan bisa mempersiapkan diri buat berhadapan dengan ketimpangan keadilan semacam itu. 

Ada gak sih yang bisa kita lakuin untuk nyikapin permasalahan begitu? Lagi-lagi, sejauh ini kita cuma bisa ngingetin atasan kita soal perbuatan yang dia lakuin.

Karena belum ada hukum atau undang-undang yang mengatur soal itu.

Kasus Beauty Privilege 

Tahu dan sering denger nama Jefri Nichol, dong? Yang belakangan sering menghiasi poster-poster film tanah air?

Belum lama ini, Jefri ngetweet soal anggapannya tentang orang-orang yang berpenampilan kurang menarik yang justru sering membanding-bandingkan secara fisik.

Tweet Jefri itu otomatis langsung diserang sama warga netizen yang ngerasa kebakaran jenggot, karena menganggap Jefri enggak bersikap peka dan enggak bisa membayangkan kehidupan mereka yang enggak punya paras semenerik dia. 

Fenomena Jefri dengan tweet yang dia post itu ngebuktiin kalau isu soal beauty privilege di Indonesia itu sebenernya emang ada.

Bahkan bisa kita temui sehari-hari; di rumah, di sekolah, di kantor, dan di aplikasi kencan udah jelas lah ya.

Cuma, untuk menyikapi semua itu, sebetulnya kembali ke kita, sih.

Mau dari sudut pandang mana kita menilai isu itu. Karena, kalau Minpow tanya nih ya, seberapa banyak orang-orang sukses yang penampilannya biasa aja? Atau cenderung gak menarik? Banyak juga, kan?

Itu ngebuktiin kalau meski isu beauty privilege itu ada di Indonesia, hal itu masih bisa diatasi dengan cara menerapkan pola pikir yang tepat dan menjalani hidup dengan baik. 

Cara Menyikapi Beauty Privilege

1. Jangan Dipikirin

Pertama-tama, kamu harus bisa nyuekin segala hal yang terjadi di masyarakat soal beauty privilege itu sendiri. Jangan dibawa stress.

Karena gimana pun, ya emang beauty privilege tuh ada di kehidupan kita sehari-hari. Gak bisa disulap terus tiba-tiba hilang, kan? Makannya, biar gak terlalu stress, coba jangan dipikirin.

2. Fokus ke Hal Positif Di Diri Kamu

Daripada marah-marah karena kita enggak secantik Gal Gadot, mending fokus ke hal positif yang ada di diri kamu. Misal; kamu jago makeup? Buka kelas makeup.

Kamu pinter nyanyi? Seriusin dan ambil kelas vocal. Fokus ke skill yang bisa kamu kembangin dan raih kesuksesan sesuai bakat dan minat kamu.

3. No Julid

Ini juga penting, jangan julid. Semakin gatel bibir kamu buat julid, semakin langgeng deh isu beauty privilege di tengah masyarakat kita.

Kalau kamu bener-bener mau memeranginya, kamu harus bisa ngelepasin kebiasaan julid juga.

Sesuai janji Minpow, udah Minpow kupas tuntas sampai habis segala hal yang berkaitan dengan beauty privilege.

Mau kamu beauty, atau enggak beauty, kamu wajib punya Jedai Haircules by DeClip supaya rambut kamu tertata rapi terus dan enggak kusut. Kenapa harus pilih jedai in? Bukan jedai yang lain? Karena dia tuh titisan dewa Hercules.

Wah, maksudnya apa tuh, Minpow? Gak bisa patah! Udah Minpow blender, udah digilas Tasya Farasya pakai Alphard, udah dimasukin Raisa ke dalam es batu raksasa, dilempar-lempar Patricia Gouw, jedai Haircules by DeClip terbukti masih kokoh dan tahan. Jadiin pegangan hidup aja kalau sekuat itu sekalian, yuk!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *