Declip

Gambar Apa sih Perbedaan Fast Fashion dan Slow Fashion

Apa sih Perbedaan Fast Fashion dan Slow Fashion?

Sama kaya fast food, fashion juga punya istilah fast fashion loh. Masih asing dengan istilah ini?

Fast fashion yaitu bisnis yang bergerak di industri fashion dan sekali produksi itu langsung masif jumlahnya, karena yang dikejar cuma kuantitas (jumlah) bukan melulu kualitas.

Produk siap pakai yang terjangkau. Kedengaran membuai, bukan?

Kamu bakal kaget kalau kamu sadar ada beberapa retail yang cukup besar yang melakukan strategi ini.

Minpow gak boleh sebut merk, tapi pasti kamu tahu label/brand apa aja yang Minpow maksud. Apakah itu buruk?

Enggak juga. Tapi, perlu kamu ketahui, dalam fast fashion tuh ada banyak banget sisi gelapnya. 

Buat kamu yang masih bingung apa itu fast fashion, Minpow kasih kamu ciri-cirinya, ya. 

Supaya gak bengong kalau nanti lagi diskusi sama temen. Apa aja sih ciri-cirinya? Ini dia Minpow kutip dari minimalismmadesimple.com

Ciri-ciri dan Contohnya

1. Gercep

Apa sih maksudnya ‘gercep’ Minpow? Jadi, tiap abis ada fashion show, atau pas selebgram mana ngepost, brand ini bakal langsung bikin replikanya dan langsung produksi dalam jumlah masif. Alias super banyak banget!

Tapi karena pengikut mereka juga banyak banget, akhirnya barang yang mereka jual ya abis-abis aja.

Karena peminatnya juga masih tinggi. Satu-satunya memerangi strategi keliru kaya gini ya sebagai konsumen harus berhenti beli barang fast fashion. 

2. Kejam

Kejam ini maksudnya mereka seringkali menggaji buruh produksi yang jauh di bawah batas upah minimum.

Sering gak sih kamu baca berita dari mancanegara kalau brand-brand ritel fashion yang jadi langganan kamu itu ternyata mempekerjakan banyak karyawan tanpa upah yang layak?

Nah, bagi mereka, buruh-buruh ini cuma dipandang sebagai komoditas, bukan seseorang yang  perlu dihargai.

Apalagi mereka juga dikejar pesanan yang jumlahnya enggak sedikit. Akhirnya nasib buruh-buruh itu jadi terabaikan. 

3. Pressure 

Kalau brand baju yang biasa kamu beli cepet banget ganti modelnya, sampai kamu ngerasa pressure pas harus ngejarnya, bisa jadi itu tuh termasuk ke dalam fast fashion.

Karena kalau enggak, setiap produk ya memang bakal diproduksi dalam jumlah yang layak.

Enggak yang bisa dari super banyak tiba-tiba jadi super sedikit. Kecuali memang kamu lagi pesen baju couture yang biasa dipamerin pas fashion show.

Itu beda cerita ya bestie, biasanya mereka bahkan cuma dibuat satu atau dua unit doang sebagai bahan peragaan.

4. Jelek

Minpow bukan lagi julid! Tapi, fast fashion tuh biasanya bahan atau materialnya juga jelek. Enggak kompeten gitu yang bikin perencanaannya.

Subcribe untuk Dapatkan Info Terbaru dari Kami!

Kepoin info terbaru soal produk dan promosi dengan taroh email kalian di sini, yuk!

Jadi, sekalipun mereka memproduksi massal, tapi kualitasnya gak pernah sekaligus diperhatiin. Apa yang akhirnya terjadi? Zonk, bestie! 

Kualitas seadanya yang jelek tadi tuh juga karena harganya murah. Sengaja mereka teken cost produksi biar dapat untungnya lebih besar.

Sejauh ini, udah kebayang belum konsep fast fashion bagi kamu kaya gimana? 

5. Harga Terjangkau

Beda dengan pakaian-pakaian desainer, harga yang dijual sama fast fashion itu terjangkau dan lebih murah. Jadi, enggak heran kalau kualitasnya juga enggak begitu bagus.

Mungkin modelnya emang menarik dan eye catching, karena biasanya dia tuh nyontek dari tren. 

Udah tahu kan kelebihan dan kekurangan fast fashion tuh apa aja? Selanjutnya, kamu boleh tentuin sendiri deh mau pakai fast fashion atau slow fashion.

(Plis inget gimana buruknya limbah yang dihasilin dari baju yang dibuang dan para pekerja yang digaji enggak layak). 

Kamu masih bingung dengan istilah slow fashion? Minpow jelasin ya.

Perbedaan Fast Fashion dengan Slow Fashion (Solusi)

Jelas kalau slow fashion tuh lawan kata dari fast fashion. Kalau fast fashion gak mentingin kualitas, cenderung balapan memproduksi barangnya, slow fashion tuh dibuatnya lebih thoughtful.

Gak selalu ngikutin trend, tapi kualitasnya terjaga banget. Bisa awet lama, jadi kamu enggak perlu cepet-cepet beli pakaian baru.

Biasanya, slow fashion ini dibuat dengan penuh pertimbangan oleh desainer. Dia enggak menimbulkan limbah karena para konsumennya juga dibimbing untuk lebih menjaga lingkungan.

Ada juga yang menerima barang lama untuk tukar tambah dengan pakaian baru sebagai strategi menghadapi permasalahan lingkungan tadi. 

Dampak

Supaya kamu lebih jelas risiko dan mara bahaya yang dihasilin sama fast fashion, Minpow bakal jabarin satu per satu dampak yang bisa dihasilkan dari fast fashion yang terus dilanggengkan dari masa ke masa. Apa aja? Ini dia:

1. Pemanasan Global

Setiap pakaian yang kamu buang ke tempat sampah itu bakal mengeluarkan gas metana yang berakhir menjadi pemanasan global.

Itu bakal ngancurin lapisan ozon yang udah tipis dan kalau dibiarin terus menerus, bumi kita bisa jadi korbannya. 

2. Limbah

Tadi itu baru permasalahan polusi, udara dan pemanasan global. Baju bekasnya sendiri gimana? Bakal tiba-tiba larut gitu diserap udara?

Enggak mungkin. Mereka bakal numpuk jadi limbah yang enggak bakal kelar-kelar kita olah karena terus bertambah.

Percaya gak kamu kalau ada penelitian di Amerika yang bilang katanya tiap tahun, satu orang warga Amerika tuh beli baju baru sebanyak 27 Kg dan 20 kg-nya tuh mereka buang juga karena udah enggak masuk tren lagi.

Kalau ini enggak bikin kamu merinding, Minpow gak tahu lagi sih gimana ngejelasinnya kalau fast fashion ini bahaya banget.

3. Isu Buruh

Ini yang tadi sempat Minpow singgung. Buruh-buruh di negara berkembang dibayar di bawah upah minimum dan dipaksa kerja demi memenuhi kebutuhan produksi.

Solusi Permasalahan Fast Fashion

Jadi, menurut Minpow, slow fashion itu bisa jadi solusi kita untuk memerangi kultur perusakan alam dari kebiasaan mengkonsumsi barang fashion yang enggak kita butuhin (alias cuma buat memenuhi hasrat kita doang). 

Meski harganya lebih mahal dari biasanya, tapi kualitas dan impact-nya juga lebih mulia.

Itu artinya, kalau kamu lebih memilih slow fashion, kamu lagi nyelametin bumi dari limbah dan pemanasan global sekaligus ngebantu para buruh yang dipekerjakan dengan upah di bawah minimum di negara-negara berkembang (negara Indonesia termasuk salah satunya loh!)

Solusi lainnya dari permasalahan fast fashion brand di Indonesia juga bisa kamu atasi dengan beli Jedai Haircules yang super awet. Udah digilas Alphard sama Tasya Farasya dan dimasukin ke es batu raksasa sama Raisa pun masih tahan banting juga. Kurang ajaib apa coba? Makannya dia tuh disebutnya titisan dewa Hercules. 

Kalau kamu penasaran, di website Minpow ini kamu bisa cek 35 warna Jedai Haircules by DeClip ditambah 4 warna glitter yang jauh lebih mevvah. Ada yang gigi 3 dan gigi 5, masing-masing 3,5 cm, 5 cm dan 6 cm. Yuk, check out sekarang!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Shopping Cart

KEPOIN INFO TERBARU SOAL JEDAI, YUK!

Masukin e-mail kamu di sini,
nanti Minpow kabarin produk terbaru jedai dan promo seru!

KEPOIN INFO TERBARU SOAL JEDAI, YUK!

Masukin e-mail kamu di sini,
nanti Minpow kabarin produk terbaru jedai dan promo seru!