Declip

Simak Kamus Bahasa Jaksel Ini Biar Gak Ketinggalan!

Simak Kamus Bahasa Jaksel Ini Biar Gak Ketinggalan!

Bayangin, deh. Dalam waktu 10 menit, kira-kira kita bisa ngapain aja sih? Worth it gak kalau 10 menit cuma kita habisin buat scrolling HP doang? Yang literally gak nguntungin kita apa-apa? Mending simak kamus bahasa Jaksel yang which is more usefull gak sih? Contohnya tuh persis kaya gaya Minpow at the moment banget?

Kalau kita mau menelusuri lebih jauh, sebenernya fenomena campur aduk bahasa Inggris dan bahasa Indonesa versi anak Jaksel alias Jakarta Selatan adalah karena adanya konsep hierarki, atau tingkatan, dalam hal ini maksudnya tingkatan kelas dan status sosial di masyarakat. 

Karena terbiasa dengan sistem hierarki tadi, orang Indonesia percaya kalau kita menggunakan bahasa internasional, kita bakalan lebih dihormati karena itu berarti dengan menguasainya, pendidikan kita lebih tinggi. Padahal nih ya menurut Minpow, intelektualitas seseorang itu enggak bisa diukur berdasarkan penggunaan bahasa doang. Tapi lebih kompleks dari itu.

Pengamat sosial budaya dari Universitas Indonesia, Devie Rahmawati bilang kalo fenomena nyampur adukin bahasa itu umum banget terjadi. Selama masih ada dalam konteks gaya hidup, sebenernya itu enggak masalah. Toh tujuan kita cuma buat lucu-lucuan pas nongkrong bareng temen-temen kan. 

Apa aja sih bahasa jaksel yang kamu sering denger? Minpow udah kumpulin beberapa istilah nih, nanti boleh kamu tambahin di kolom komentar ya kalau kamu inget kata-kata lainnya!

5 Bahasa Jaksel yang Harus Kamu Tahu Biar Gak Bingung di Tongkrongan

Literally 

Kalau kita terjemahin, literally itu artinya makna harafiah, atau sungguh-sungguh, betul-betul. Anak-anak jaksel sering banget nyampurin kata literally ini untuk mengekspresikan banyak hal yang mereka rasakan secara berlebihan. “Gue tuh literally gak nyangka banget kalau dia naksir  gue juga.” 

Secara grammar, jelas itu berantakan. Ditinjau dari struktir PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) juga keliru. Tapi, selama konteksnya ini bahasa slang, sebenernya gak papa kok kalau kita mau ngacak-ngacak struktur kalimat. Yang penting, lawan bicara kita paham apa maksud dari kalimat yang kita sampein.

Lagian, kita kan nyampur-nyampurin bahasa kaya gini kan tujuannya cuma buat fun. Please deh, why are we so serious deh buat nyikapin hal-hal begini, maybe it’s time for us buat chill a bit yeah? Menurut kamu gimana?

Which is dan Wicis 

Kita tahu kalau which is itu artinya ‘yang mana’, seolah belum puas nyampurin bahasa jaksel ini dengan bahasa Indonesia, anak tongkrongan jaksel juga mengubah tulisannya, dari yang semula which is jadi wicis. Dipake dengan masif hampir di setiap kalimat dan ditulis dengan keliru.

Selama kamu gak pake ini buat tulisan jurnal atau kebutuhan akademisi lainnya, Minpow rasa sih sah-sah aja, wicis itu tuh hak kamu sebagai individu untuk menggunakan bahasa apa pun yang tersedia, sekali pun bahasa jaksel. Cuma satu nih yang mau Minpow saranin.

Kita harus memberi batasan juga untuk penggunaan bahasaa gado-gado kaya gini, karena otherwise nanti adik-adik kita bisa aja jadi ngikutin dan mereka justru kehilangan panduan ke tatanan bahasa yang baik dan benar, baik bahasa Indonesia, maupun bahasa Inggris.

Prefer

Bahasa Jaksel lain yang umum dipake di tongkrongan adalah prefer. Prefer, kalau kita terjemahin secara harafiah artinya lebih menyukai. Pas sampai di Jaksel, dalam bahasa gaul langsung ancur deh tuh prefer, dicampur-campur sama bahasa Indonesia. 

Dalam bahasa gaul, sebenernya artinya gak berubah. Prefer tetep lebih menyukai artinya. Cuma penyusunannya dalam kalimat kadang letaknya jadi berantakan dan gak beraturan. Bahkan, kadang juga dipake gak pada tempatnya. Yang penting gaul dan lawan bicara kita juga paham. 

Contoh lain nih, kata ‘bisa’ yang dibalik jadi ‘sabi’. Selama lawan bicara kamu paham? Yaudah sih! Ga ada salahnya! Tambahan lagi, bahasa Jaksel prefer dipake sama anak-anak Jaksel kalau lagi milih sesuatu, lagi menyatakan kalau sesuatu itu lebih baik dari yang lain. Buat nyatain sesuatu yang unggul dari yang lainnya. 

Worth It

Sejak kenalan dengan bahasa Jaksel worth it, yang artinya layak, anak-anak jaksel jadi pake kata itu berulang-ulang. Hampir di setiap acara, hampir di setiap obrolan dan diterobos aja buat semua konteks. Gak mempertimbangkan formal atau non formal lagi, asal pake aja tuh. 

Makannya, kalimat gado-gado itu jadi ngetrend banget dan Minpow harap sih imbasnya itu bisa bikin kita berusaha cari tahu kata-kata lainnya, mempelajari lebih banyak kosa kata dalam bahasa Inggirs dan menggunakannya dalam struktur kalimat yang tepat.

Gak asal tabrak, gak campur-campur, tapi secara grammar juga tepat. Khawatirnya Minpow, campuran bahasa ini dinormalisasi dan dianggap wajar dan sah. Itu bisa bikin orang asing yang tinggal di Indonesia jadi malas mempelajari bahasa Indonesia karena bisa menggunakan bahasa campuran dengan bahasa Inggris. 

At Least

Meski kita gak ikut-ikutan gaul ala anak Jaksel, yang menurut Minpow gak penting sih, hehe tapi at least kita tahu dan paham penyebab kenapa fenomena itu terjadi, apa yang memicunya, dan bahasa jaksel apa aja yang paling umum digunakan. 

‘At least’ yang Minpow pake di atas juga sebenernya termasuk bahasa Jaksel karena diletakkan di tengah kalimat berbahasa Indonesia. Karena kalau mau diubah ke bahasa Inggris, kalimatnya bakal jadi kurang lebih kaya gini;

“Even we don’t follow to crowd, but at least we understand the whole picture of this phenomena.” Kalimat itu, karena sesuai dengan ketata bahasaan, jadi gak bisa kita kategorikan ke dalam bahasa Jaksel. Karena gak campur-campur kaya gado-gado tuh bentuknya.

Subcribe untuk Dapatkan Info Terbaru dari Kami!

Kepoin info terbaru soal produk dan promosi dengan taroh email kalian di sini, yuk!

Itu dia 5 bahasa Jaksel yang paling sering dipake sama anak tongkrongan Jaksel. Kamu termasuk salah satunya? Belom sah jadi anak Jakarta Selatan kalau belum pakai Jedai Haircules yang viral di dunia maya akhir-akhir ini

Secara nih ya, Raisa sama Tasya Farasya aja literally pake Jedai Haircules dan ikut-ikutan nguji ketahanan materialnya. Sama Raisa dimasukin ke es batu yang dibekuin, sementara sama Tasya Farashya digilas pakai Alphard. Dua-duanya gak rusak, dong! Worth it banget gak sih buat dibeli? 

Kalau bingung, cek deh catalog Minpow sekarang. Which is di sana tuh ada 35 warna jedai yang bisa kamu pilih buat mix-and match-in dengan outfit kamu sehari-hari. Ada yang gigi 3, gigi 5, sampai yang 6 CM tergantung seberapa panjang dan tebel rambut kamu. Ajakin temen-temen kamu buat check out bareng, yuk! Biar jedainya samaan semua!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Shopping Cart

KEPOIN INFO TERBARU SOAL JEDAI, YUK!

Masukin e-mail kamu di sini,
nanti Minpow kabarin produk terbaru jedai dan promo seru!

KEPOIN INFO TERBARU SOAL JEDAI, YUK!

Masukin e-mail kamu di sini,
nanti Minpow kabarin produk terbaru jedai dan promo seru!