Declip

Gambar Perbedaan Ash Color dan Warm Color Dalam Pewarnaan Rambut

Perbedaan Warna Ash Color dan Warm Color Dalam Pewarnaan Rambut

Bentar lagi tahun baru, nih! Ada rencana buat ganti warna cat rambut? Mau warna apa? Ash color? Atau warm color? Warna ash tuh gimana? Warm color apa lagi itu? Terus, beda keduanya apa, sih? Gak usah bingung garuk-garuk kepala dulu. Minpow bahas satu-satu ya perbedaannya apa aja. 

Secara keseluruhan, warna itu dibagi jadi tiga kelompok. Kelompok warm color, kelompok cool color dan kelompok neutral color. Ketiga kelompok itu masing-masing diikuti sama jenis-jenis warna yang berbeda. Gak bisa dipindahin ke kelompok lain, tapi bisa digabungin buat nyiptain kombinasi tertentu. 

Penasaran sama warna dalam masing-masing kelompok? Sebelum bahas perbedaan warna ash sama warm color, Minpow bagiin dulu bocoran warna dari tiap-tiap kelompok warna, ya. Ini dia:

  1. Kelompok Warm Color 

Warna warm color itu warna-warna yang bisa memancarkan kehangatan, kesan mengundang, atau mendorong kita buat melakukan sesuatu. Selain itu, kelompok warna dalam warm color (salah satunya warna warm brown) juga harus bisa membangun keakraban, ketentraman, bisa digunakan untuk membuat kesan dramatis.

Makannya, gak heran banyak restoran pakai warm color sebagai warna utama mereka. Contohnya: Mcd, KFC, Burger King dan Pizza Hut. Keempat brand makanan franchise itu memilih warm color dalam mengkampanyekan brand mereka. Keempatnya berhasil.

Udah bisa tebak kira-kira kelompok warm color itu isinya warna apa aja? Bener banget! Warm color tuh isinya merah, oranye, kuning, emas, pink dan warna-warna lain yang mirip. Perlu dicatat, katanya warna merah juga bisa bikin kita laper. Laper beneran sama laper mata.

BACA JUGA : Perbedaan Permanent Hair Color, Semi Permanent dan Toning Hair

  1. Kelompok Cool Color

Berlawanan dengan warm color yang terkesan membangkitkan semangat, cool color justru bisa ngasih kesan rileks, santai, tenang. Gak menggebu-gebu kaya merah, justru mancarin ajakan buat melakukan semuanya dengan lambat. Ajakan biar bisa lebih presence, alias hadir pada masa kini. 

Kelompok cool color juga terkenal ampuh meredakan stress dan anxiety, alias ketegangan. Jadi, kalau kamu lagi panik, cool color ini bisa ngebantu kamu buat kembali merasa tenang. Penting kan untuk tahu apa aja yang termasuk cool color? Biar ke depannya pas kamu diserang panik, kamu tahu harus ngeredainnya gimana.

Minpow yakin kamu udah tahu dong kelompok cool color tuh apa aja? Biru dan hijau. Makannya, enggak heran kalau pantai dan gunung dua-duanya termasuk cool color. Karena perasaan yang sama bisa kita rasain kan kalau lagi liburan ke pantai dan gunung. Beda kalau kita nyalain api unggun, warna merah dan kuningnya otomatis bikin kita merasa hangat.

BACA JUGA : 8 Inspirasi OOTD ke Pantai Simple

  1. Kelompok Neutral Color 

Ini adalah warna-warna pendukung, yang tujuannya ngebantu warna lain buat lebih tampil. Alias lebih kelihatan. Boleh dibilang, kelompok neutral color juga termasuk kelompok warna dasar, atau ya tadi sebutannya warna pendukung. 

Apa aja sih kelompok neutral color? Minpow sebutin satu-satu, ya. Dia itu mulai dari putih, hitam, sampai earthy color; alias warna warm brown (cokelat), atau abu-abu. Kalau kamu perhatiin, di antara yang Minpow sebutkan barusan gak ada warna yang paling kontras dan mengganggu penglihatan.

Tapi, negatifnya, kelompok warna neutral juga gak bisa ngebantu kita buat ngerasa lebih tenang, atau membangkitkan semangat. Yak arena namanya netral mungkin ya, jadi efek atau pengaruh yang dihasilkan juga terbatas banget. 

BACA JUGA : 13 Merk Cat Rambut yang Bagus dan Harganya

Setelah paham masing-masing warna dalam tiap kelompok, udah punya gambaran dong sekarang kalau mau pilih rambut dari warna warm color (contohnya warna warm brown) atau cool color. Tapi, buat kamu yang belum tahu nih, ada lagi istilah warna lain yang disebut warna ash. Warna ash tuh apaan, sih? Warna kaya gimana? Nih:

Warna ash itu tuh warna yang dikombinasiin dengan warna putih, jadi bisa nimbulin kesan terang alias kesan yang lebih bercahaya. Tapi, jelas efeknya tuh masuk ke kelompok cool color, alias ngasih kesan yang rambut yang ‘dingin’, karena warna abu yang bakal mendominasi. Warna ash terbagi jadi tiga; abu-abu, hitam, atau gold platinum.

Sekarang, kamu mungkin udah punya bayangan soal warna ash dan warm color. Tapi masih ada kebingungan buat milih warna apa? Oke, sebelum eksekusi dan pergi ke salon, Minpow bekelin kamu dulu dengan 3 perbedaan warna ash dan warm color dalam pewarnaan rambut.

3 Perbedaan Ash Color dan Warm Color Dalam Pewarnaan Rambut

Teknik Pengerjaan

Kalau kamu pilih warna abu, itu kamu wajib banget dibleaching. Karena, kamu harus ngehapus pigmen asli rambut kamu dulu buat nerapin warna abu-nya. Kalau gak dibleaching, warna abu-nya enggak bakal bisa teraplikasikan. Bakal jadi sia-sia.

Sementara warm color, kamu bisa nerapin tanpa dibleaching. Contohnya: warna cokelat gelap, cokelat terang, atau merah ati. Semua warna yang warm itu gak perlu dibleaching, kamu boleh langsung nerapin dan warnanya bisa langsung nempel. 

Subcribe untuk Dapatkan Info Terbaru dari Kami!

Kepoin info terbaru soal produk dan promosi dengan taroh email kalian di sini, yuk!

Kecuali, kamu pengen warna pink, oranye, atau merah muda. Atau merah api dan kuning. Warna-warna dari kelompok warm itu terpaksa kudu ngelewatin proses bleaching. 

Ketahanan Warna

Mana yang lebih awet? Ash color atau warm color? Warna yang gak pakai proses bleaching yang lebih awet. Kenapa bisa gitu? Karena warna yang ngelewatin proses bleaching itu cepet lunturnya, paling lama Cuma 4 sampai 8 minggu. Itu pun kalau kamu rawat bener-bener.

Kalau udah luntur, warnanya bakal kembali ke warna bleaching, alias kuning atau pirang.  Bukan warna sebelum bleaching. Makannya, pikir lagi ya kalau kamu mau pilih warna rambut. Karena ada beberapa warna rambut yang meski super kece, tapi gak bisa bertahan lama. 

Sayang, kan, kamu udah invest uang, waktu, usaha, eh tapi ternyata hasilnya gak bisa bertahan lama. Kalau kamu pilih warna-warna yang gak melalui proses bleaching, bisa tuh tahan 6 bulan sampai dengan satu tahun.

Perawatan Setelah Pewarnaan

Lagi-lagi, proses bleaching butuh lebih banyak treatment. Satu, karena bleaching tuh bakal langsung ngerusak rambut. Kedua, karena gak tahan lama, kamu kudu rajin re-touch. Kalau gak re-touch ya bakal balik ke rambut bleaching.

Tapi, kalau rambut kamu gak lewatin proses bleaching, perawatannya cukup conditioner, hair mask, sama hair spa doang. Dibagi tuh mulai dari tiap keramas, tiap minggu, sampai tiap bulan. Gak perlu rajin-rajin re-touch karena perbedaan rambut asli dan rambut setelah cat gak terlalu kontras.

Tapi, ya kalau kamu mau retouch juga gak papa. Minpow saranin pilih warnanya yang sama dengan yang kamu aplikasikan sebelumnya, ya. Gak mau kan nanti rambut kamu jadi kelihatan belang? Pengen kelihatan keren, malah kelihatan aneh.

Kalau sekarang rambut kamu udah badai banget dengan warna ash atau warm color, rambut kamu bakal tetep kelihatan sepi alias masih ada yang kurang kalau belum pakai hair ornament atau Jedai Haircules by DeClip. Cek catalog Minpow yuk dan cari tahu ada produk apa aja yang bisa kamu beli!

Kamu gak usah raguin kualitasnya, karena public figure sekelas Raisa sama Tasya Farasya aja udah pernah nguji kekuatan Jedai Haircules, mulai dari dilindas Alphard sampai dimasukin es batu. Gak kenapa-kenapa, alias tetep utuh tanpa lecet!

Yuk masukin keranjang kamu dan jangan lupa check out, ya. Happy shopping! 

Sumber : Pinterest

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *